Close

September 29, 2021

Prodi Geologi UIR Laksanakan PKM Daerah Penghasil Batubara di Desa Pangkalan, Kabupaten Kuantan Singingi

Pekanbaru – Bukan hal rahasia lagi jika Provinsi Riau dikenal sebagai provinsi yang memiliki sumber daya energi dan mineral yang melimpah sehingga dijuluki dengan “Kota Minyak”. Namun yang ada di Provinsi Riau bukan hanya minyak bumi saja masih banyak sumber daya energi lain yang menjadi penopang untuk keberlangsungan ekonomi di Provinsi Riau, dan salah satunya yaitu batubara.

Batubara merupakan sumer daya energi yang cukup banyak ditemukan di beberapa kabupaten di Provinsi Riau seperti di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Ketiga kabupaten tersebut merupakan kabupaten yang memiliki tingkat produksi batubara yang cukup tinggi di Provinsi Riau. Namun dengan adanya pertambangan batubara tersebut tentunya akan mempengaruhi lingkungan disekitarnya baik itu berdampak positif maupun negatif bagi masyarakat sekitar. Dan hal ini menjadi pandangan yang  disikapi oleh para dosen geologi Universitas Islam Riau.

Dosen geologi yang bertindak sebagai ketua tim adalah Budi Prayitno, S.T, M.T di Desa Pangkalan, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini menyorot para badan usaha yang berada di lokasi pertambangan dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat yang berada disekitar Kawasan pertambangan.

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak langsung yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar wilayah pertambangan dan untuk mengetahui bagaimana aspirasi masyarakat terhadap badan usaha yang mengelola tambang tersebut. Budi mengatakan “Perusahaan batubara yang terdapat di Des aini mesti memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah ring 1 kegiatannya”. 

Di hadapan pelaksanaan kegiatan PKM ini, masyarakat yang tidak bekerja di perusahaan mengeluhkan kondisi yang mereka alami akibat dampak dari kegiatan penambangan tersebut, mereka menginginkan agar ada perhatian lebih yang diberikan oleh perusahaan tambang agar memperhatikan kesejahteraan mereka yang terdampak langsung. Hal ini menjadi sorotan oleh Budi yang sekaligus merupakan Ketua Prodi Teknik Geologi UIR tersebut.

Kegiatan PKM ini sekaligus menampung aspirasi masyarakat terhadap Badan Usaha yang bergerak di bidang pertambangan batubara agar dalam setiap anggaran tahunan perusahaan tersebut harus memasukkan suatu program yang ditujukan untuk masyarakat disekitar lokasi tambangnya. Budi mengatakan “hal ini telah menjadi hal yang telah kami soroti cukup lama, bagi para pelaku usaha untuk lebih memperhatikan masyarakat di sekitar lokasi tambangnya berada karena tambang sangat mempengaruhi suatu lokasi tempat tambang tersebut berada”. Terdapat beberapa aspek yang menjadi tolak ukur seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan kelembagaan komunitas. Kelima aspek tersebut harus menjadi sorotan bagi para pelaku badan usahan dalam menjalankan tambangnya. “Semoga kegiatan ini terealisasi dengan lancar dan badan usaha yang menjalankan kegiatannya dapat terus menjadi penopang ekonomi bagi Riau secara luasnya dan masyarakat di sekitar lokasi pertambangannya” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

id_IDIndonesian